Vatican by L'Osservatore Romano

 

 

 

Para uskup AS berjuang demi kebebasan beragama

 

Prakarsa “Fortnight For Freedom” (dua minggu untuk kebebasan) yang dilakukan para uskup AS dari tanggal 21 Juni hingga 4 Juli 2013 (Hari Kemerdekaan AS) akan berakhir. Kegiatan 14 hari itu dikhususkan untuk doa, pengajaran dan tindakan yang mendukung kebebasan beragama yang kini terancam, kata para uskup. “Kebebasan beragama,” tulis para uskup pada website mereka, “adalah kebebasan pertama yang diberikan Allah kepada kita dan dilindungi dalam Amandemen Pertama untuk Konstitusi AS.” Para uskup mengatakan bahwa kebebasan beragama bukan hanya boleh mengikuti Misa hari Minggu atau berdoa Rosario di rumah, tetapi bebas memberi sumbangan demi kebaikan bersama semua orang Amerika, demikian Radio Vatikan 1 Juli 2013.

 

Godaan ritual setan bagi remaja harus diwaspadai umat Kristen

 

Para remaja di negara bagian Nagaland di timur laut India tergoda oleh kelompok-kelompok setan yang menyebar juga melalui jejaring sosial. Menurut sumber Fides, hanya dalam beberapa bulan terakhir, lebih dari 3.000 orang muda “penyembah setan” telah diidentifikasi di Kohima, ibukota Nagaland. Tanda bahaya ini dikirim ke Fides Agency oleh berbagai komunitas Kristen lokal yang sejak April telah memulai “perang salib” untuk menemukan remaja yang terlibat dan menarik mereka keluar dari kelompok setan. Untuk menyelamatkan anak-anaknya, para ibu dari “Asosiasi Katolik Perempuan Nagaland” turun ke jalan. Dalam seminar di hari-hari terakhir mereka menegaskan kekhawatiran dan risiko dan melaksanakan program guna menghentikan “praktek mengerikan yang menyentuh anak-anak kita.”

 

Gereja meluncurkan kelompok khusus pelindung umat minoritas

 

Gereja Katolik di Karachi meluncurkan kelompok khusus untuk melindungi kelompok minoritas, khususnya umat Kristen, dari kekerasan dan terorisme. Sebagaimana dilaporkan kepada Fides dalam seminar di Karachi 26 dan 27 Juni 2013, Komisi “Keadilan dan Perdamaian” dari Konferensi Pemimpin-Pemimpin Tarekat Religius di Pakistan berusaha mencari teknik-teknik dan cara-cara efektif untuk membantu umat beriman menghadapi munculnya kekerasan yang melanda desa dan sering mempengaruhi masyarakat dan umat Kristen. Maka, komisi itu mengorganisir 15 “Kelompok Keamanan” terdiri dari umat Kristen dari denominasi-denominasi berbeda, dari pastor, pengacara, dokter dan profesional lain. Kelompok-kelompok itu akan mengendalikan kekerasan sektarian atau tindakan diskriminasi terhadap umat Kristen seraya membantu meningkatkan hukum dan keadilan di Pakistan.

 

Afrika Tengah alami “Situasi belum pernah terlihat sebelumnya”

 

“Situasi yang belum pernah terlihat sebelumnya di negara kita,” kata Mgr Dieudonné Nzapalainga, Uskup Agung Bangui, ibukota Republik Afrika Tengah, dalam wawancara dengan “Journal de Bangui” di malam keberangkatannya ke Roma untuk menerima pallium dari Paus Fransiskus, 29 Juni 2013. Seperti dilansir oleh Fides, para uskup Afrika Tengah bertemu baru-baru untuk menginventarisir situasi dramatis negara itu. Mgr Nzapalainga menekankan, semua uskup menyatakan situasi keuskupannya sangat dramatis sehingga dapat disimpulkan dengan kalimat “belum terlihat sebelumnya” karena tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh pemberontak Seleka. Yang belum pernah terlihat sebelumnya adalah penghancuran harta benda penduduk sipil dan administrasi negara. Kemarahan terhadap orang Kristen, Katolik dan Protestan yang sedemikian “Belum pernah terlihat sebelumnya.”

 

Sebagian besar umat Kristen tidak mau Presiden Mursi

 

Tentara Mesir menggulingkan Muhammad Mursi, 3 Juli 2013. Presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis itu hanya satu tahun berkuasa. Intervensi tentara didukung oleh jutaan orang Mesir, termasuk para pemimpin liberal dan tokoh agama yang mengharapkan pemilu baru berdasarkan undang-undang baru. Dua hari sebelumnya, lapor Radio Vatikan, demonstran menyerbu markas Persaudaraan Muslim Kairo milik Presiden Mursi. Sehari sebelumnya, protes terbesar sejak penggulingan Husni Mubarak dua tahun lalu meminta presiden mundur, dan pemilu dilaksanakan. Banyak umat Kristen dan Katolik ikut protes karena diskriminasi dan kekerasan terhadap agama minoritas meningkat sejak Mursi menjabat. “Sebagian besar orang Kristen tidak mau presiden itu,” kata Pastor Rafic Greiche, juru bicara Gereja Katolik Melkite Yunani di Mesir. “Tahun ini, sebagian besar umat Kristen merasa tak ada satu janjinya kepada mereka dilaksanakan … dan tahun ini hampir setiap hari kita alami masalah sektarian: pembakaran gereja, deportasi, dan serangan besar terhadap katedral Ortodoks Koptik terjadi dua bulan lalu,” kata Pastor Greiche.

 

Presiden Daimler AG ‘serahkan’ kunci papamobil kepada Paus

 

Paus Fransiskus menerima Dieter Zetsche, presiden Daimler AG, yang menjalankan perusahaan-perusahaan pembuat mobil termasuk Mercedes-Benz. Zetsche secara simbolis menyerahkan kepada Bapa Suci kunci-kunci papamobil yang akan digunakan pada Hari Kaum Muda se-Dunia di Rio de Janeiro, Brasil. “Saya sangat bersukacita bertemu Paus Fransiskus,” kata Zetsche. “Kami akan dampingi Paus Fransiskus dalam perjalanan apostolik pertamanya ke Brasil, dengan melanjutkan tradisi menempatkan karyawan-karyawan kami dengan bangga.” Presiden Daimler AG juga menyampaikan komitmen perusahaannya untuk terus mengembangkan mobilitas Bapa Suci di masa depan. Mercedes-Benz telah menyediakan transportasi bagi para Paus dalam 80 tahun terakhir, mulai dengan Nurburg 460 limusin yang dikirim kepada Pius XI tahun 1930, demikian Zenit, 3 Juli 2013.