mgr suharyo

 

 

Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo mengajak wanita Katolik yang tergabung dalam wadah Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jakarta untuk saling mengasihi antaranggota dan menjaga persatuan serta kesatuan anggota dan pengurus sehingga terwujud apa yang tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga WKRI.

 

Mgr Suharyo memimpin Misa dan memberikan homili dalam Perayaan Ekaristi memperingati HUT ke-89 WKRI Pusat dan HUT ke-50 WKRI DPD Jakarta di Auditorium Sekolah Tarsisius, Jakarta, 6 Juli 2013. Penasehat Rohani DPD WKRI Jakarta Pastor Yosef Tote Tolok OFM dan Pastor Ignatius Soesilo Soewarna MSC menjadi konselebran Misa yang diikuti 855 anggota WKRI.

 

Uskup Agung Jakarta itu memuji tema Misa yakni “Bersatu dalam semangat Berbelarasa Mewujudkan Masyarakat yang Adil dan Sejahtera.” Tema itu, kata Mgr Suharyo, sangat bagus dan pasti tidak dirumuskan dalam waktu singkat tapi melalui permenungan panjang. “Saya yakin tema ini menjadi cita-cita WKRI yang telah lama selama ini.”

 

Mgr Suharyo melihat Injil Yohanes yang dipilih mencerminkan kehidupan Gereja Efesus yang waktu itu kurang memperhatikan persatuan dan tidak saling mengasihi. Maka, lewat bacaan itu anggota WKRI diajak untuk saling mengasihi serta menjaga persatuan dan kesatuan. “Kondisi Gereja Efesus itu menjadi tantangan bagi anggota Gereja termasuk anggota WKRI untuk saling mengasihi dan menciptakan persatuan dan kesatuan.”

 

Mgr Suharyo menguraikan banyaknya konflik sosial akhir-akhir ini karena uang dan nafsu untuk kekuasaan. Meski demikian, prelatus itu tetap berharap anggota WKRI terus-menerus membangun niat menumbuhkan saling mengasihi, bersatu, berbelarasa untuk mengurangi konflik sosial, karena “Persatuan dan kesatuan itu mutlak diperlukan dan dipelihara untuk bisa mencapai cita-cita bersama.”

 

Koordinator WKRI DPD Jakarta Agustina Endang Sutardjo, yang berharap agar kualitas pelayanan WKRI semakin meningkat bersamaan dengan bertambahnya usia WKRI Pusat dan DPD Jakarta, juga prihatin dengan kaderisasi WKRI, karena semakin banyak anggota tidak memiliki waktu untuk mengambil bagian dalam pelayanan.

 

Ketua Panitia HUT WKRI yang ke-89 dan 50, Kristina Sugesti menerangkan, untuk meriahkan perayaan itu dilakukan Lomba Jalan Sehat yang diikuti seluruh 61 Cabang WKRI, lomba program Peningkatan Usaha Kecil (PPUK), Lomba Membaca Puisi bertema ibu, dan Lomba Menghias Kue Ulang Tahun.***