Suasana pertemuan ke-14 di Vatikan

 

Komite Hubungan Islam-Katolik yang mengadakan pertemuan ke-19 di Roma sepakat bahwa agama Katolik dan Islam tidak terpisahkan dan saling melengkapi antara materi dan domain spiritual.

 

Pertemuan yang berlangsung di Roma, tanggal 18 dan 19 Juni 2013, dipimpin dari pihak Katolik oleh Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama Kardinal Jean-Louis Tauran, dan dari pihak Muslim oleh Presiden Forum Islam Internasional untuk Dialog Prof Hamid bin Ahmad Al-Rifaie.

 

Di akhir pertemuan bertema ‘Umat beriman menghadapi materialisme dan sekularisme dalam masyarakat’ itu, para delegasi Katolik dan Muslim menyepakati enam poin yang ditandatangani oleh kedua presiden itu sebagai berikut:

 

Pertama, “Agama Kristen dan agama Islam menegaskan ketidakterpisahkan dan saling melengkapi antara bidang materi dan spiritual. Tanggung jawab kami sebagai umat beragama adalah menyesuaikan dimensi-dimensi kehidupan ini.”

 

Kedua, “Banyak orang saat ini kehilangan akar spiritual dan keagamaan; fenomena ini melemahkan dimensi batin dan moral pribadi dan masyarakat.”

 

Ketiga, “Dunia saat ini sedang menghadapi berbagai macam krisis. Kami menyadari tanggung jawab bersama sebagai orang yang percaya kepada Tuhan untuk melakukan apa saja yang bisa melindungi orang-orang yang rentan saat ini.”

 

Keempat, “Para peserta merasa terhormat dan senang diterima dalam audiensi oleh Paus Fransiskus, yang mendorong mereka untuk melanjutkan upaya dialog yang penuh hormat dan berbuah di antara umat beragama demi perdamaian dan kemakmuran dunia.

 

Kelima, “Secara khusus kami mengutuk keras apa yang sedang terjadi di Suriah: membunuh banyak orang tak bersalah, agresi terhadap karakter suci kehidupan manusia dan terhadap martabat manusia. Maka, kami mendesak organisasi-organisasi internasional dan regional untuk melakukan apa saja yang mungkin menghentikan pertumpahan darah, sesuai Hukum Internasional.

 

Keenam, “Komite akan mengadakan pertemuan berikut di Tatwan (Marocco). Pertemuan itu akan diawali dengan acara persiapan. Pihak Muslim akan menjadi penyelenggara.”

 

Komite Hubungan Islam-Katolik yang didirikan tahun 1995 oleh Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama dan Forum Islam Internasional untuk Dialog mengadakan pertemuan setiap tahun untuk bertukar pandangan dan prospek demi masa depan hubungan antara kedua komunitas itu dan membahas usulan tema yang menjadi kepentingan bersama.***