Uskup Larantuka mengurapi seorang umat

 

Sebanyak 1013 umat dari Paroki Santo Arnoldus Jansen Waikomo, Lembata, NTT, menerima Sakramen Krisma dari Uskup Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung Pr dalam sebuah perayaan Ekaristi di gereja paroki itu tanggal 16 Juni 2013.

 

Tidak hanya anak-anak yang menerima Sakramen Penguatan atau Krisma itu, tetapi juga ratusan umat dewasa yang sudah menikah. Akibatnya, Gereja Santo Arnoldus Jansen yang cukup luas tidak mampu menampung membludaknya umat yang hadir.

 

Jumlah besar penerima sakramen itu terjadi karena penerimaan Sakramen Penguatan yang terakhir di paroki ini terjadi tujuh tahun lalu.

 

Uskup Kopong Kung didampingi konselebran Deken Lembata Pastor Sinyo da Gomez Pr, Pimpinan Rektorat SVD wilayah Lembata Pastor Frans Soo SVD, Pastor Nikolaus Strawn SVD, dan Pastor Yosep Rure SVD.

Dalam pesan kegembalaan Mgr Frans Kopong Kung mengingatkan umat agar tidak menganggap remeh dengan Krisma “karena secara rohani seseorang yang telah menerima sakramen ini dipandang sudah dewasa dalam menjalankan kehidupannya sebagai anggota Gereja.”

 

Kedewasaan seseorang, menurut uskup juga ditentukan oleh seberapa pendidikan yang telah diperolehnya. “Saya berpesan untuk yang masih sekolah, saya harap saat saya kembali dan bertemu di jalan, mudah-mudahan ada yang sudah sukses, jadi uskup, pastor, suster, jadi bapa dan ibu guru teladan, petani dan nelayan sukses, maka jangan putus sekolah, tapi usahakan sekolah sampai setinggi- tingginya,” kata Mgr Kupong Kung.

Uskup Larantuka sangat mengharapkan peran orang tua dan guru dalam menopang anak-anak, dengan cara menyisihkan uang untuk sekolah anak. “Harap orang tua bekerja keras, kumpul uang dengan baik, mari kerjasama, kita persiapkan anak-anak dengan sekolah dan pendidikan yang baik. Janganlah mulai dengan pemborosan melainkan berhemat untuk pendidikan,” ujar uskup.

 

Mewakili kepala Paroki Waikomo, Pastor Yosep Rure SVD mengatakan bahwa umat sepatutnya bersyukur karena atas perkenan Tuhan dan karya Roh Kudus maka peristiwa akbar penerimaan Krisma di paroki Waikomo bisa dilaksanakan setelah tujuh tahun berlalu.

 

“Segala sesuatu akan indah pada masanya. Sejak 2006, baru tahun 2013 ada perayaan Krisma dan hari ini Tuhan memberikan waktu kepada 1013 umat di paroki ini untuk menerima Sakramen Krisma yang selanjutnya akan menjadi saksi Kristus, sebuah tantangan untuk menjadi saksi yang baik dan benar lewat tingkah dan tutur kata masing-masing,” ujar Pastor Yosep Rure.***

Tinggalkan Pesan